UIN Jakarta dan UII Yogyakarta Sepakati Kerjasama Riset

Kampus Terpadu UIIBERITA UIN Online— UIN Jakarta dan UII Yogyakarta sepakat meneken kerjasama kemitraan riset (joint research) dan penguatan akademik kedua universitas di Gedung Mohammad Hatta, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, Rabu (4/10/2017). Penandatanganan dilakukan langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA dan Rektor UII Nandang Sutrisno, SH., M.Hum., LLM., Ph.D didampingi para wakil rektor, para kepala biro, dan pimpinan masing-masing perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dede mengungkapkan, nota kesepahaman dengan UII merupakan bagian dari ikhtiar UIN Jakarta mengembangkan aktifitas risetnya. Pengembangan riset terutama diperlukan pada bidang-bidang keilmuan seperti kedokteran dan kedokteran masyarakat, sains dan teknologi, kimia dan ilmu-ilmu eksakta, biologi dan ilmu-ilmu alam, dan ekonomi.

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, sambungnya, kekuatan UIN Jakarta adalah di bidang ilmu-ilmu humaniora. Namun seiring transformasi sekaligus dorongan integrasi Islam dan ilmu pengetahuan sejak tahun 2000, UIN Jakarta dituntut untuk memperkuat bidang sains dan teknologi.

“Di sisi humaniora, UIN Jakarta leading. Namun di sisi science. Kami belum punya branding. Maka untuk itu, kami menilai perlu melakukan kerjasama, salah satunya dengan  UII,” papar rektor.

Komitmen pengembangan riset bidang sains sendiri, lanjut rektor, telah ditempuh UIN Jakarta dengan memperbesar alokasi hibah riset hingga Rp 30 miliar per tahun. Hanya saja untuk memperkuat kapasitas riset dan mengoptimalkan hasilnya, UIN Jakarta dinilai perlu menjalin kerjasama riset dengan perguruan tinggi terbaik, dalam dan luar negeri.

Dari luar negeri, UIN Jakarta menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi dengan basis keilmuan sains yang kuat seperti dari Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Dari dalam  negeri, perguruan tinggi dengan basis keilmuan riset juga coba dijajaki UIN Jakarta.

“Salah satu yang kita sasar adalah UII. Selain memiliki kedekatan historis, UII juga memiliki rekam jejak bidang sains yang perlu UIN Jakarta belajar. Sehingga mungkin di UIN Jakarta ada yang lebih, di UII ada yang lebih. Dengan begitu, kita bisa belajar dan sharing untuk berkembang bersama-sama,” paparnya.

Di tepi lain, Nandang menyambut baik keinginan kerjasama riset UIN Jakarta. Ia berharap kerjasama bisa melengkapi bidang ilmu masing-masing perguruan tinggi. “Tentu dalam kerjasama ini diharapkan kedua institusi bisa saling mengambil manfaat, saling mengisi sehingga bisa bersama-sama mencapai kemajuan,” harapnya. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm).

Sumber: www.uinjkt.ac.id (4 Oct 2017)